BANDUNG, UNIKOM — Rabu, 12 Agustus 2026, Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) secara resmi melepas 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah di Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan mengusung tema “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”. Bertempat di Lapangan Kampus Dago UNIKOM, kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UNIKOM sekaligus Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. 3. Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E., M.Si., M.Pd., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026.

Rektor UNIKOM, Prof. 3 Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas semangat, kekompakan, dan integritas mahasiswa yang akan menjalankan KKN Berdampak. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda akademik, tetapi merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengatasi persoalan sampah. “Saya senang sekali dan bangga atas kekompakan masyarakat dan mahasiswa UNIKOM, serta integritas yang ditunjukkan. Hari ini secara resmi saya melepas mahasiswa UNIKOM untuk melaksanakan KKN di lapangan”, tutur Prof. Eddy.

Lebih lanjut, Prof. Eddy menegaskan bahwa mahasiswa UNIKOM diharapkan menjadi pionir dan contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Mahasiswa tidak hanya diminta membantu menangani sampah secara langsung, tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah residu dan plastik. “Yang paling utama, adik-adik mahasiswa diminta oleh pemerintah untuk mencerahkan masyarakat bagaimana memilah sampah, mana yang residu, mana yang plastik, dan selanjutnya. Sehingga akan tumbuh kebiasaan di masyarakat kita, khususnya Coblong”, tegas Prof. Eddy.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari tingkat masyarakat akan memberikan kontribusi penting terhadap terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan persampahan. Prof. Eddy juga mengungkapkan bahwa KKN Berdampak UNIKOM diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi oleh perguruan tinggi swasta lainnya di Jawa Barat. Sebagai Ketua APTISI Jawa Barat, Prof. Eddy menyampaikan rencana untuk mendorong perguruan tinggi lain mengikuti pola kontribusi mahasiswa UNIKOM dalam menangani persoalan lingkungan. “Mahasiswa UNIKOM ini menjadi contoh untuk kemudian diikuti oleh PTS-PTS lain di seluruh Jawa Barat”, ungkapnya.

Program tersebut dirancang dengan pendekatan kewilayahan, di mana perguruan tinggi mengambil peran dalam mendampingi satu kecamatan. UNIKOM memilih Kecamatan Coblong sebagai wilayah pelaksanaan karena berada di lingkungan sekitar kampus. Di akhir salmbutannya, Prof. Eddy berharap praktik baik yang dilakukan mahasiswa UNIKOM di Coblong nantinya dapat dikembangkan dan ditularkan kepada perguruan tinggi lainnya, baik di Jawa Barat maupun di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, ia  juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap peran mahasiswa UNIKOM dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan UNIKOM dalam program tersebut sejalan dengan harapan pemerintah agar perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sekaligus Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM, Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., S.E.,M.Si.,M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, program studi, dosen, dan DPL yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan wujud kepedulian UNIKOM terhadap masyarakat sekaligus sarana bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari persoalan yang terjadi di lapangan. “Ini adalah wujud kepedulian UNIKOM, kecintaan UNIKOM kepada para mahasiswa. Kita belajar di masyarakat yang sesungguhnya”, tuturnya.

Prof. Umi menjelaskan bahwa KKN Berdampak tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan untuk “membersihkan sampah”, melainkan sebagai proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa memahami dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Kegiatan ini juga mulai diarahkan untuk terintegrasi dengan kurikulum. Beban akademik KKN dapat disesuaikan dengan program studi, bahkan terdapat program studi yang mengajukan hingga sekitar 20 SKS. Hal tersebut menunjukkan dukungan kuat dari berbagai program studi di lingkungan UNIKOM terhadap program KKN Berdampak. “Tidak hanya karena menyelesaikan satu masalah, tetapi menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di masyarakat”,  jelas Prof. Umi.

Pada pelaksanaan KKN Berdampak 2026, UNIKOM mengirimkan 560 mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan di Kecamatan Coblong. Jumlah tersebut menunjukkan komitmen UNIKOM dalam memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap program pengelolaan sampah di Kota Bandung. Para mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memiliki peran penting dalam membimbing, mengarahkan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Prof. Umi berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kedisiplinan, menaati aturan yang berlaku di wilayah tempat mereka bertugas, serta menjaga sikap dan nama baik almamater. “Jaga sikap, jaga nama baik UNIKOM yang kita cintai. Informasikan kebaikan-kebaikan UNIKOM di sana,” pesannya kepada para mahasiswa. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjalankan seluruh ketentuan administrasi dan kegiatan KKN, termasuk pengisian daftar hadir serta penyusunan laporan.

Prosesi pelepasan ditandai dengan pelepasan mahasiswa KKN Berdampak secara simbolis oleh Rektor UNIKOM. Dua perwakilan mahasiswa, Arkan Ghifari dari Program Studi Teknik Arsitektur dan Renata Rufaidah dari Program Studi Hubungan Internasional, maju untuk mengikuti prosesi pelepasan dan pemakaian atribut serta penyerahan ID card. Setelah prosesi tersebut, mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 secara resmi dinyatakan dilepas untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui KKN Berdampak 2026, UNIKOM berharap mahasiswa mampu menghadirkan kontribusi yang terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Selain memberikan edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membangun kesadaran masyarakat serta mendorong terbentuknya kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan semangat “Sampah Terdata, Lingkungan Tertata”, 560 mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM siap menjalankan tugas di Kecamatan Coblong, membawa semangat akademik, kepedulian sosial, serta nama baik almamater untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. (Direktorat Hms & Pro)